Welcome

Enjoy with my blog

Minggu, 12 Februari 2012

Ikamagi in Development

Rawan pangan dan gizi masih menjadi masalah besar bangsa ini. Masalah gizi berawal dari ketidakmampuan suatu rumah tangga dalam mengakses pangan, baik karena masalah ketersediaan di tingkat lokal, kemiskinan, pendidikan dan pengetahuan akan pangan dan gizi serta perilaku masyarakat. Kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin A, zat besi dan yodium menambah besar permasalahan gizi di Indonesia.Dengan demikian masalah pangan dan gizi merupakan permasalahan berbagai sektor dan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan dan langkah-langkah penanggulangannya juga harus dirumuskan dan dilaksanakan bersama,.

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yaiut SDM yang memilii fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. Masalah gizi kurang dan buruk dipengaruhi langsung oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi. Secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, ketersediaan pangan, faktor sosial – ekonomi, budaya dan politik. Apabila gizi kurang dan gizi buruk terjadi dapat menjadi faktor penghambat dalam pembangunan nasional.

Saat ini diperkirakan sekitar 50 persen penduduk Indonesia atau lebih dari 100 juta jiwa mengalami beraneka masalah kekurangan gizi, yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Masalah gizi kurang sering luput dari penglihatan atau pengamatan biasa dan seringkali tidak ditanggulangi, padahal dapat memunculkan masalah besar. Selain gizi kurang, secara bersamaan Indonesia juga mulai menghadapi masalah gizi lebih dengan kecenderungan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kata lain saat ini Indonesia tengah menghadapi masalah gizi ganda. Secara perlahan kekurangan gizi akan berdampak pada tingginya angka kematian ibu, bayi dan balita, serta rendahnya umur harapan hidup. Sedangkan untuk masalah gizi lebih akan meningkatkan pertumbuhan penyakit degeneratif yang sedang meraja lela akibat dari faktor – faktor resiko nya yang berasal dari asupan makanan yang dikonsumsi.

Oleh karena itu ,Mahasiswa Diploma Gizi (D-III dan D-IV) pada suatu Universitas, Sekolah Tinggi, Politeknik atupun Akademi adalah sebagai bagian dari generasi muda yang mempunyai hak dan kewajiban untuk menghantarkan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945serta betujuan untuk mengentaskan permasalahan yang erat hubungannya dengan pangan dan gizi yang notabene adalah bidang dari mahasiswa Diploma Gizi Dengan keyakinan tersebut diperlukan kesungguhan yang dijiwai dengan semangat, persatuan dan kesatuan diantara mahasiswa Diploma Gizi tanpa dipengaruhi oleh pihak manapun dan dalam bentuk apapun juga.

Mahasiswa sebagai lokomotif perubahan diharapkan terus dapat mengaktualisasikan nilai – nilai intelektual sebagai cerminan ilmiah melalui kegiatan aktivitas ilmiah yang erat hubungannya dengan masyarakat dan terus melakukan program yang meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar permasalahan gizi dapat ditanggulangi dan dampaknya dapat diminimalisir. Seiring dengan hal tersebut, dibentuk sebuah organisasi mahasiswa Diploma Gizi se – Indonesia yaitu Ikatan Keluarga Mahasiswa Diploma Gizi Indonesia (IKAMAGI) akan berusaha memberikan kontribusi nyata pada masyarakat, bangsa dan pemerintah dalam rangka mengentaskan permasalahan gizi yang ada di Indonesia.

VISI IKAMAGI

IKAMAGI ialah organisasi yang menjadi motor, dinamisator, satbilisator, mediator, dan monitor serta menjadi wadah kerjasama lintas kampus Diploma Gizi seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada dan berperan aktif dalam membantu pemerintah mengentaskan permasalahan pangan dan gizi masyarakat Indonesia dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi

MISI – MISI IKAMAGI

1. Meningkatkan tanggung jawab mahasiswa Diploma Gizi untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat sebagai dasar untuk membantu kehidupan masyarakat yang bebas dari krisis pangan dan bebas dari permasalahan gizi.

2. Mengembangkan wawasan baik ilmu gizi klinik, gizi masyarakat , MSPM, dan teknologi pangan dalam bentuk kegiatan bersama dan pertukaran informasi antar Diploma Gizi seluruh Indonesia.

Salam Pangan dan Gizi Indonesia !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar